Sistem Penerimaan Murid Baru: Tes Tertulis dan Wawancara di SMAS St. Thomas Aquinas

SMATHOM, 8 Juli 2025 – SMAS St. Thomas Aquinas mengadakan tes tertulis dan wawancara Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan selama dua hari yaitu pada tanggal 4 dan 8 Juli tahun 2025.

Pendidikan adalah fondasi penting dalam pengembangan individu dan masyarakat. Di Indonesia, banyak sekolah yang berupaya untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada generasi muda, dan salah satunya adalah SMAS St. Thomas Aquinas. Sekolah ini dikenal karena standar akademisnya yang tinggi dan pendekatan holistik dalam mendidik siswa. Untuk memastikan bahwa setiap peserta didik baru memiliki potensi yang sesuai dengan visi dan misi sekolah, SMAS St. Thomas Aquinas menerapkan proses seleksi yang ketat, yang terdiri dari tes tertulis, membaca, dan wawancara.

SMAS St. Thomas Aquinas didirikan dengan tujuan untuk menyediakan pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai moral. Sekolah ini berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan empati. Oleh karena itu, proses seleksi peserta didik baru tidak hanya menilai kemampuan akademis, tetapi juga potensi sosial dan emosional calon peserta didik baru.

Kepala SMAS St. Thomas Aquinas, Verdinandus Lelu Ngongo menyampaikan bahwa tes tertulis dan wawancara yang diadakan selama 2 hari merupakan proses seleksi yang efektif untuk mengetahui kemampuan dan potensi calon peserta didik baru. Tes tertulis membantu kita menilai kemampuan akademis mereka, sedangkan wawancara memberikan kita kesempatan untuk mengetahui kepribadian dan motivasi mereka. Dengan demikian, kita dapat memilih calon peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga memiliki karakter dan motivasi yang kuat untuk belajar dan berkembang di SMAS St. Thomas Aquinas.

Proses seleksi di SMAS St. Thomas Aquinas memiliki beberapa tujuan utama:

  1. Menilai Kemampuan Akademis

Tes tertulis dirancang untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman calon peserta didik baru dalam berbagai mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan tes membaca.

  1. Mengidentifikasi Potensi Karakter

Wawancara bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakang, nilai-nilai, dan motivasi calon peserta didik baru. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peserta didik yang diterima memiliki karakter yang sejalan dengan nilai-nilai sekolah.

  1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif

Dengan memilih peserta didik yang sesuai, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan harmonis, di mana setiap peserta didik dapat berkembang dengan baik.

Proses seleksi penerimaan murid baru di SMAS St. Thomas Aquinas terdiri dari beberapa tahapan yang sistematis:

1.  Pendaftaran

Pada tahap ini, calon peserta didik baru dan orang tua diharapkan untuk mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Informasi yang dikumpulkan mencakup data pribadi, riwayat pendidikan, dan informasi orang tua. Pendaftaran biasanya dibuka beberapa bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

2. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan bagian penting dari proses seleksi. Tes ini biasanya dilakukan dalam satu hari dan terdiri dari dua mata pelajaran yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia dengan bobot nilai yang berbeda, tergantung pada kebijakan sekolah.Tes tertulis biasanya berlangsung selama 2-3 jam, dengan setiap mata pelajaran diberikan waktu tertentu. Soal-soal yang diberikan adalah isian singkat dan essai. Hal ini bertujuan untuk menilai pemahaman peserta didik secara menyeluruh.

3. Wawancara

Setelah tes tertulis, calon peserta didik baru yang lulus akan diundang untuk mengikuti wawancara bersama orang tua atau wali. Wawancara ini biasanya dilakukan oleh tim pengajar sekolah. Beberapa aspek yang ditanyakan dalam wawancara meliputi motivasi untuk masuk sekolah, minat dan bakat, dan nilai-nilai pribadi.

4. Pengumuman Hasil Seleksi

Setelah semua tahapan selesai, hasil seleksi akan diumumkan. Peserta didik yang diterima akan diberikan informasi mengenai langkah selanjutnya, termasuk masa pengenalan lingkungan sekolah dan persiapan untuk tahun ajaran baru.

Sistem seleksi penerimaan peserta didik baru di SMAS St. Thomas Aquinas mengedepankan beberapa kriteria penilaian antara lain, pertama kemampuan akademis. Hasil tes tertulis akan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian. Calon peserta didik baru diharapkan memiliki pemahaman yang baik dalam mata pelajaran yang diuji. Kedua, karakter dan sikap. Dalam wawancara, tim seleksi akan menilai sikap, etika, dan nilai-nilai yang dimiliki calon peserta didik baru. Karakter yang baik sangat dihargai dan menjadi pertimbangan penting. Ketiga, kemampuan beradaptasi. Sekolah mencari peserta didik yang mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar dan dapat bekerja sama dengan teman-teman sekelas.

“ Saya berharap peserta didik baru yang diterima di SMAS St. Thomas Aquinas Weetebula menjadi peserta didik yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Mereka dapat memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah ini untuk mengembangkan potensi mereka dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dan juga mereka dapat menjadi bagian dari komunitas sekolah yang positif dan mendukung, serta dapat berkontribusi pada kegiatan sekolah dan masyarakat”, ujar Verdinandus Lelu Ngongo, kepala SMAS St. Thomas Aquinas.

Proses seleksi peserta didik baru di SMAS St. Thomas Aquinas merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa peserta didik baru yang diterima memiliki potensi yang sesuai dengan visi sekolah. Dengan menggabungkan tes tertulis dan wawancara, sekolah dapat menilai tidak hanya kemampuan akademis, tetapi juga karakter dan sikap calon peserta didik baru. Meskipun ada tantangan dalam proses ini, tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan peserta didik secara keseluruhan. Dengan demikian, SMAS St. Thomas Aquinas terus berkomitmen untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(SMATHOM/Merlis)