Peserta Didik SMATHOM Raih Kesempatan Emas di Olimpiade Penelitian Nasional

SMATHOM Sumba Barat Daya, 30 Agustus 2024 - Satu judul penelitian karya peserta didik SMAS St. Thomas Aquinas yang tergabung dalam eskul KIR (Karya Ilmiah Remaja) berhasil lolos seleksi Kemendikbud dan menembus ajang lomba karya ilmiah remaja tingkat nasional. Dalam upaya meningkatkan prestasi akademik dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, peserta didik SMAS St. Thomas Aquinas melaksanakan penelitian mendalam tentang Uji Kandungan Bakteri Coliform dengan Menggunakan Metode MPN (Most Probable Number) pada Air di Mata Air Mataloko Desa Weekokora dan Dampak Terhadap Kesehatan Masyarakat. Penelitian ini merupakan bagian dari persiapan mereka mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang bergengsi.

OPSI merupakan salah satu ajang talenta yang dilaksanakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), yang dilaksanakan untuk menjadi arena aktualisasi bakat dan minat peserta didik SMP/MTs dan SMA/MA dalam bidang penelitian ilmiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kontribusi peserta didik serta partisipasi masyarakat dalam pengembangan riset ilmu dan teknologi yang berkelanjutan di Indonesia.

Tim yang terdiri dari dua peserta didik berbakat Dea Wiwin Taka dan Gregorian Setya Darma, didampingi oleh ibu Emiliana Eka Bano, S.Si, Maria Elisabeth M. Padha, M.Pd, dan Yenni Pala Zaghu, M.Pd, guru pendamping eskul, menjalankan penelitian dengan pendekatan multidisipliner. Mereka melakukan observasi dan pengumpulan data terkait kualitas air, keberlanjutan mata air, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Penelitian ini juga mengeksplorasi potensi mata air Mataloko sebagai sumber daya penting bagi kebutuhan sehari-hari dan pertanian di desa tersebut.

Kepala SMAS St. Thomas Aquinas, Frater Verdinandus Lelu Ngongo, S.Pd mengatakan kegiatan ini sangat baik untuk peserta didik dimana sebagai peserta didik, they have a crucial role dalam mewujudkan gerakan Merdeka Belajar dengan semangat merdeka berprestasi. Dengan demikian, pembinaan kegiatan peserta didik diarahkan pada berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia merdeka yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan  kreatif,

Ibu Yenni di sela-sela kesibukannya menyampaikan kabar baik tersebut “Puji Tuhan, karya ilmiah peserta didik lolos Olimpiade Penelitian Siswa tingkat Nasional. Mohon dukungan doa restu bapak dan ibu guru, agar selanjutnya karya siswa tersebut berhasil menjuarai OPSI Nasional.”ujarnya.

"Penelitian ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong siswa agar lebih aktif dalam kegiatan ilmiah dan memberi dampak positif bagi masyarakat," ujar ibu Emiliana Eka Bano, guru pembimbing tim. "Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat untuk kompetisi, tetapi juga untuk masyarakat Desa Weekokora."

Para peserta didik menggunakan berbagai metode ilmiah, dari pengambilan sampel air termasuk pengujian laboratorium di Provinsi NTT dan survei lapangan, untuk mendapatkan hasil yang akurat. Mereka juga berkolaborasi dengan penduduk desa untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana mata air ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka

Darma dan Dea

"Penelitian ini bukan hanya sebuah proyek akademis, tetapi juga bentuk komitmen kami untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi masyarakat," ungkap salah satu anggota tim, Gregorian Setya Darma. "Kami ingin hasil dari penelitian ini bisa diterapkan langsung untuk meningkatkan kualitas hidup di Desa Weekokora."

Senada dengan itu, Dea Wiwin Taka mengatakan OPSI dapat menjadi pemantik bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berinovasi, serta dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk terus meningkatkan kreativitas dalam berinovasi teknologi. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi di bidang riset dan penelitian ilmiah, yang telah dirumuskan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi kebijakan pengelolaan sumber daya air di desa tersebut. Upaya ini mencerminkan integrasi antara pendidikan dan pengabdian masyarakat, yang menjadi nilai utama SMAS St. Thomas Aquinas.

Dengan antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan dalam proyek ini, peserta didik SMAS St. Thomas Aquinas tidak hanya menambah portofolio penelitian mereka tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Prestasi ini diharapkan akan memotivasi lebih banyak siswa untuk terlibat dalam penelitian ilmiah dan menjadi agen perubahan positif di masyarakat. (SMATHOM/Merlis)