- By MAria elisabeth Modhe Padha, M. Pd
- 16 Jun 2024
- 634
SMAS St. Thomas Aquinas Selenggarakan In House Training untuk Pendalaman Implementasi Kurikulum Merdeka
SMATHOM,
15 Juni 2024 – SMAS St. Thomas Aquinas kembali menunjukkan komitmennya terhadap
peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan In House
Training (IHT) yang berfokus pada Pendalaman Implementasi Kurikulum Merdeka.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari 13 hingga 15 Juni 2024, ini
diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Kurikulum
Merdeka, yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dirancang
untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menyusun kurikulum sesuai
dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi daerah. Dalam pelatihan ini, para
guru dibekali dengan berbagai strategi dan metode pengajaran yang inovatif
untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut.
Kegiatan
IHT dibuka oleh koordinator pengawas SMA/SMK/PLB Sumba Barat Daya, bapak
Yohanis Kaleka, S.P. Dalam sambutanntya, beliau mengungkapkan, “kegiatan ini
berdampak positif untuk meningkatkan kompetensi guru, terkait pengetahuan dan
ketrampilan dalam implementasi kurikulum merdeka yang berbasis projek, digital,
dan kewirausahaan, guna mencapai mutu pembelajaran yang berkualitas.”
Pelatihan ini menghadirkan seorang narasumber berpengalaman di bidang pendidikan, Dr. Ninik Kristiani, M.Pd seorang ahli kurikulum dan pengajaran. Dr. Ninik menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan kepada kita untuk berinovasi dan berkolaborasi demi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Guru adalah ujung tombak dalam implementasi ini. “Guru harus bekerja sama untuk meningkatkan kinerja kerja yang bagus dan berkualitas." ungkapnya.
Ket; Pendampingan
langsung dari narasumber
Salah
satu peserta IHT, Ibu Maria Rosa Mistika Lina, S.Pd.,Gr mengungkapkan “pelaksanaan
IHT ini memberikan manfaat yang besar bagi saya selain meningkatkan
keterampilan, wawasan, dan pemahaman saya terkait Kurikulum Merdeka juga dapat
meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Banyak hal baru yang saya
pelajari di sini, terutama mengenai metode pengajaran yang lebih interaktif dan
berpusat pada siswa. Saya sangat bersemangat untuk menerapkannya di kelas."
ujarnya.
Selain
materi teori, kegiatan IHT ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan diskusi
kelompok, di mana para guru dapat berbagi pengalaman dan ide-ide kreatif dalam
mengembangkan materi ajar. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan para
guru dalam merancang pembelajaran yang lebih relevan dan menyenangkan.
Dia
akhir penutupan resmi kegiatan In House Training Pendalaman Implementasi Kurikulum
Merdeka Mengajar, kepala sekolah SMAS St. Thomas Aquinas, Frater Marselinus
Pati Blolong, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah
dalam menjawab tantangan pendidikan modern. Kami ingin memastikan bahwa para
guru memiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai untuk
menerapkan Kurikulum Merdeka dengan efektif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan
lingkungan belajar yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan siswa. “ IHT
kali ini dikemas dengan metode belajar sambil bekerja sehingga peserta langsung
mengimplementasikan konsep-konsep yang diterima lewat aksi nyata, baik itu
berkaitan dengan proses pembuatan modul ajar maupun proses pengerjaan penilaian
kinerja guru dan kepala sekolah lewat PMM." ujarnya.
Kegiatan In House
Training ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan profesional
yang rutin dilaksanakan oleh SMAS St. Thomas Aquinas. Dengan adanya pelatihan
ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik dapat semakin siap dan percaya diri
dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, sehingga dapat menciptakan
generasi penerus bangsa yang lebih kreatif, kritis, dan berdaya saing tinggi.(SMATHOM/Merlis)

