SMAS St. Thomas Aquinas Selenggarakan In House Training untuk Pendalaman Implementasi Kurikulum Merdeka

SMATHOM, 15 Juni 2024 – SMAS St. Thomas Aquinas kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) yang berfokus pada Pendalaman Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari 13 hingga 15 Juni 2024, ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Kurikulum Merdeka, yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi daerah. Dalam pelatihan ini, para guru dibekali dengan berbagai strategi dan metode pengajaran yang inovatif untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut.

Kegiatan IHT dibuka oleh koordinator pengawas SMA/SMK/PLB Sumba Barat Daya, bapak Yohanis Kaleka, S.P. Dalam sambutanntya, beliau mengungkapkan, “kegiatan ini berdampak positif untuk meningkatkan kompetensi guru, terkait pengetahuan dan ketrampilan dalam implementasi kurikulum merdeka yang berbasis projek, digital, dan kewirausahaan, guna mencapai mutu pembelajaran yang berkualitas.”

Pelatihan ini menghadirkan seorang  narasumber berpengalaman di bidang pendidikan, Dr. Ninik Kristiani, M.Pd seorang ahli kurikulum dan pengajaran. Dr. Ninik  menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan kepada kita untuk berinovasi dan berkolaborasi demi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Guru adalah ujung tombak dalam implementasi ini. “Guru harus bekerja sama untuk meningkatkan kinerja kerja yang bagus dan berkualitas." ungkapnya.


Ket; Pendampingan langsung dari narasumber


Salah satu peserta IHT, Ibu Maria Rosa Mistika Lina, S.Pd.,Gr mengungkapkan “pelaksanaan IHT ini memberikan manfaat yang besar bagi saya selain meningkatkan keterampilan, wawasan, dan pemahaman saya terkait Kurikulum Merdeka juga dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Banyak hal baru yang saya pelajari di sini, terutama mengenai metode pengajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Saya sangat bersemangat untuk menerapkannya di kelas." ujarnya.

Selain materi teori, kegiatan IHT ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan diskusi kelompok, di mana para guru dapat berbagi pengalaman dan ide-ide kreatif dalam mengembangkan materi ajar. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan para guru dalam merancang pembelajaran yang lebih relevan dan menyenangkan.

Dia akhir penutupan resmi kegiatan In House Training Pendalaman Implementasi Kurikulum Merdeka Mengajar, kepala sekolah SMAS St. Thomas Aquinas, Frater Marselinus Pati Blolong, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan modern. Kami ingin memastikan bahwa para guru memiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai untuk menerapkan Kurikulum Merdeka dengan efektif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan siswa. “ IHT kali ini dikemas dengan metode belajar sambil bekerja sehingga peserta langsung mengimplementasikan konsep-konsep yang diterima lewat aksi nyata, baik itu berkaitan dengan proses pembuatan modul ajar maupun proses pengerjaan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah lewat PMM." ujarnya.

Kegiatan In House Training ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan profesional yang rutin dilaksanakan oleh SMAS St. Thomas Aquinas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik dapat semakin siap dan percaya diri dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, sehingga dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih kreatif, kritis, dan berdaya saing tinggi.(SMATHOM/Merlis)